Senin, 20 April 2015

Pernahkah anda bertanya; Untuk apa sih hidup saya ini? Mengapa saya dilahirkan di dunia ini? Apakah anda pernah memikirkan, adanya diri anda di dunia ini atas permintaan siapa? Diri anda sendiri? Atau orang tua anda? Pernahkah anda meminta kepada Sang Pencipta agar menciptakan anda dengan cara dilahirkan di dunia ini? Apakah sebelum dilahirkan dulu anda bisa memilih orang tua anda? Dilahirkan di negara tertentu? Mohon renungkan sejenak pertanyaan-pertanyaan di atas.

Untuk apa saya hidup didalam dunia ini?

Lalu siapakah yang menghendaki agar kita mengalami kehidupan di dunia ini? Setelah merenungkan pertanyaan-pertanyaan diatas, saya hampir yakin sebagian besar saudara pasti menjawabnya, “Tuhanlah yang menghendaki saya hidup di dunia ini. Tuhanlah yang menciptakan saya.” Sebagai orang Kristen kita semua pasti yakin bahwa Tuhanlah yang menciptakan kita, yang menghendaki agar kita hidup di dunia ini.
Kejadianku dasyat dan ajaib artikel kristen

Di dalam Mazmur 139:13-16 dikatakan :

139:13Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
139:14Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
139:15Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;
139:16mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.
Ayat 13 – 16a mengatakan bahwa Tuhanlah yang membentuk atau menciptakan kita, Dia melihat kejadian kita mulai awal sampai kita dilahirkan. Lalu ayat 16b mengatakan bahwa hari-hari yang akan kita lalui sudah ditulis atau ditentukan oleh Pencipta kita.
Disaat kita menyadari hal ini, sesungguhnya kita tidak boleh merasa BERHAK apapun atas kehidupan kita, sebab kita tidak menciptakan hidup ini. Keberadaan kitapun juga bukan karena kita mau, tetapi Tuhan yang menghendakinya.
Atas dasar ini, patut bagi kita mempersoalkan apa yang dikehendaki Dia yang menciptakan dan memberikan kehidupan ini, bukan apa yang kita kehendaki. Patut bagi kita untuk menanyakan kepada Sang Pencipta kita, apa yang Dia mau didalam kehidupan kita. Tuhan menghendaki agar manusia hidup HANYA untuk melakukan keinginan-Nya.
Banyak orang merasa berhak memiliki hidup ini, mereka merasa berhak menjalani hidup ini sesuai dengan keinginan dan pemahamannya sendiri. Bahkan dalam kesesatannya ia merasa bahwa Tuhan berkewajiban menyukakan hatinya. Tak terkecuali orang kristen, bahkan banyak orang yang menamakan dirinya orang percaya berdoa kepada Tuhan untuk memenuhi keinginan duniawi mereka.
Lalu bagaimana kita mengetahui kehendak Tuhan atas hidup kita? Untuk ini kita harus belajar mengenal siapa diri Tuhan dan apa yang disukai-Nya. Sebagai makhluk ciptaan kita harus bisa menempatkan diri secara benar. Kita harus mengerti apa yang dikehendaki oleh Pemilik kehidupan ini. Memahami apa yang dikehendaki Pemilik kehidupan ini adalah hal paling utama dan penting dalam hidup ini. Kiranya kita dijauhkan dari sikap seperti Lucifer, ia lupa atau tidak sadar bahwa keberadaannya hanya oleh karena Allah semesta alam yang menciptakannya. Tentu ia diadakan hanya untuk Penciptanya. Seharusnya ia tidak boleh memiliki agendanya sendiri. Ia harus tunduk kepada agenda Tuhan. Rupanya ia mau memuaskan keinginannya sendiri. Dalam Alkitab dikatakan didapati kecurangan dalam dirinya. Ia merasa bahwa Allah tidak berhak atas dirinya.
Pribadi yang berpikir bahwa Allah tidak berhak atas hidupnya akan nampak dari sikap hidupnya yang mengingini segala sesuatu untuk kepuasan dirinya (Yakobus 4:1-4). Orang-orang seperti ini berarti bersahabat dengan dunia. Mereka adalah orang-orang yang berkhianat kepada Tuhan. Menjadi musuh Allah.
Yakobus 4:1-4
4:1Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
4:2Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
4:3Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
4:4Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Dunia adalah umpan yang digunakan Iblis untuk menjerat manusia agar tidak berbakti kepada Allah. Memang kita hidup di dunia, tapi hendaklah kita tidak terikat dengan dunia ini.
Dalam Lukas 4:5-8, dikatakan dunia ini sudah milik iblis, dan iblis akan memakainya untuk menjauhkan umat manusia dari rencana Allah yang semula. Sangat bersyukur kita mengenal teladan seperti Tuhan Yesus yang taat dan setia akan panggilan Allah untukNya selama masa pelayanannya di dunia.
4:5Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.
4:6Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.
4:7Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.”
4:8Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
Dalam kenyataannya hari ini banyak orang merasa berhak memiliki hidupnya dan menaruh berbagai keinginan dalam dirinya tanpa memedulikan Tuhan yang memiliki hidup ini.
Dalam penciptaan atas kita masing-masing Allah pasti memiliki agenda yang spesifik untuk diri kita sendiri. Agenda Tuhan itulah yang seharusnya kita perdulikan dengan serius, dan kita tidak boleh memiliki agenda sendiri. Orang yang mengumbar segala keinginan dalam dirinya adalah orang yang merasa berhak memiliki agenda sendiri. Orang seperti ini sebenarnya berstatus pemberontak. Mereka hidup di dunia hanya memenuhi dengan segala kegiatan yang berasal dari agendanya sendiri. Ini adalah kesalahan, kesia-siaan dan kesesatan.
Seharusnya hidup kita ini hanya untuk agenda Tuhan semata-mata. Kalau Tuhan mengadakan seseorang atau menciptakan seorang individu sejatinya Tuhan ingin memiliki anak. Anak yang dengan rela mengabdi kepada Bapa dan bersekutu dengan Bapa dalam kerelaan. Melalui proses mengukir kesadaran dalam nurani, bahwa kita adalah makhluk yang diciptakan untuk melayani kehendak-Nya, seseorang akan memiliki irama sebagai pelayan Tuhan. Irama ini akan dibawa sampai pada kekekalan.
Apa kehendak Tuhan Artikel Kristen

Tuhan menghendaki agar manusia hidup HANYA untuk melakukan keinginan-Nya.

Perlu diperhatikan bahwa kita bukan dipanggil sekadar menjadi orang beragama yang mengerti hukum dan melakukan hukum-hukum itu. Tetapi kita dipanggil sebagai makhluk -yang dalam kesadaran tinggi- bahwa kita hidup dalam semesta dimana ada Sang Penguasa yang aktif memerintah, dimana kita harus menundukkan diri sepenuh tanpa syarat kepada-Nya.
Inilah gairah hidup Tuhan Yesus:
“Makananku adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”
Orang yang menyadari bahwa dirinya makhluk ciptaan pasti berusaha hidup hanya untuk kesukaan hati Penciptanya. Kesempatan di bumi untuk menyukakan hati Tuhan tidak lama. Tidak menghargai kesempatan ini sama dengan tidak menghargai Tuhan yang memberi kesempatan. Tetapi banyak orang tidak memedulikannya. Hal ini mirip dengan anak-anak yang tidak mengerti betapa tinggi resiko kehidupan seorang anak yang tidak mau belajar dengan giat mempersiapkan hari esoknya. Kegiatan hidupnya ditujukan kepada kegiatan yang lain, tidak mempersiapkan hari esok.
Semoga kita semua sadar apa kehendak Tuhan dalam hidup kita ini.
Tuhan memberkati saudara semua.
Syaloom.

Teladan Yusuf: teguh di tengah tekanan.


Setiap manusia di dunia ini tidak ada satu pun yang tidak mengalami tekanan. Termasuk tokoh-tokoh Alkitab yang dekat dengan Tuhan sekalipun mengalami tekanan berat dalam hidupnya. Tokoh-tokoh Alkitab itu antara lain adalah Abraham, Yusuf, Hana, Daniel, Paulus, dan lainnya. Saat ini kita akan mempelajari tentang teladan Yusuf dimana ia bisa teguh di tengah tekanan.
A. Siapakah Yusuf?
– Yusuf adalah anak laki-laki ke-11 yang dilahirkan oleh Rahel ( dan Yakub) ( Kejadian 30:23-24).
– Pekerjaan Yusuf adalah penggembala kambing domba.( Kejadian 37: 2)
– Ahli mimpi ( Kejadian 37: 5-11)
Mimpi 1: Yusuf dan keluarganya sedang mengikat berkas gandum dan kemudian bangkitlah berkas gandum Yusuf , sedang berkas gandum lain mengelilingi dan sujud menyembah pada berkas Yusuf.
Mimpi 2: Matahari, bulan dan 11 bintang sujud menyembah pada Yusuf.
B. Sikap saudara -saudaranya pada Yusuf.
1. Benci pada Yusuf karena ayahnya lebih sayang pada Yusuf dari semua anak Yakub lainnya.( kej 37:4)
2. Iri pada Yusuf karena mimpi-mimpi Yusuf ( Kejadian 37: 11)
C.  Tekanan yang dialami Yusuf.
Karna mimpi-mimpi Yusuf dan perlakuan yang berbeda yang diberikan oleh Yakub kepada ke 11 saudaranya, maka Yusuf mendapat tekanan dari saudara-saudaranya antara lain:
1.  Yusuf dimasukkan ke dalam sumur yang kosong dan tidak berair.( Kejadian 37: 24)
2. Yusuf dijual dengan harga 20 syikal perak kepada orang Midian dan dibawa kepada Potifar ke Mesir.
3. Yusuf difitnah dan dimasukkan dalam penjara di Mesir.
Penyebabnya adalah karna Yusuf sangat elok parasnya dan manis sikapnya, sehingga membuat istri Potifar tergoda dan mengajak Yusuf untuk tidur dengannya, tapi Yusuf menolak dan kemudian ia difitnah oleh istri Potifar dan ia dimasukkan ke dalam penjara di Mesir.
4.  Setelah dapat menceritakan arti mimpi juru minum dan juru roti di penjara, Yusuf tetap dilupakan dan tetap berada di dalam penjara.
D. Sikap Yusuf menghadapi tekanan.
1. Takut akan Tuhan; menjauhi laranganNya. ( Kejadian 39:9 b)
2. Bersandar pada Tuhan , tidak mengeluh di saat tekanan menimpa dan menerima sesuatu yang buruk juga dari Tuhan.
3.  Yusuf tidak menyalahkan Allah atas peristiwa yang menimpanya.
4. Yusuf tidak mendendam kepada saudara-saudaranya .( Kej 45: 15; 21-23)
E. Buah dari keteguhan hatinya. ( Yusuf)
1. Allah membuat segala sesuatu yang dilakukan Yusuf berhasil. ( Kejadian 39:2)
2. Allah membuat Yusuf menjadi kesayangan kepala penjara.( kejadian 39:21)
3. Yusuf diangkat sebagai penguasa Mesir dan diberi fasilitas oleh Firaun termasuk istri yang cantik ( Kej 41:41-45)
Kalau diaplikasikan dalam hidup sehari-hari , kita pasti bisa mengalami tekanan baik besar, kecil, tua , muda, semuanya pasti mengalami penderitaan. Beberapa minggu belakangan ini hampir semua orang mengalami tekanan yang berat yaitu banjir, di samping banjir, ada lagi penjarahan, sakit penyakit seperti gatal-gatal, demam berdarah, di samping itu juga harta benda rusak , dan harga barang semakin tinggi saat banjir melanda.
Banyak orang menanggapi tekanan seperti disebutkan di atas dengan sikap negatif dan ada juga dengan sikap positif. Sikap negatif antara lain:
a. mengomel/ bersungut-sungut.
b. menyalahkan Tuhan.
c. bunuh diri.
d. putus asa.
Ada juga yang dengan sikap positif seperti yang dianjurkan Paulus dalam Filipi 4;4; I Tesalonika 5:17 dan I Tesalonika 5:18 yaitu :
1. Sukacita ( Filipi 4:4; I Tesalonika 5:16)
Surat Filipi berisi sukacita. Latar belakang kejadian waktu surat ini ditulis Paulus sedang dalam keadaan tidak menyenangkan, dimana ia dipenjarakan di Filipi karna memberitakan Injil. Tapi dalam keadaannya yang sangat menyedihkan Paulus menghimbau jemaatnya untuk bisa bersukacita senantiasa dalam Tuhan. Arti bersukacita disini dalam bahasa Inggrisnya adalah joy. dimana itu dimaksudkan adalah tetap bergembira walau dalam keadaan menderita, dukacita, sakit, kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, tidak ada uang, terus menerus sepanjang hari.
2. Tetaplah berdoa. ( I Tesalonika 5:17)
Doa adalah kunci kekuatan bagi orang yang mengalami tekanan, dengan tidak jemu jemu.
3. Mengucap syukurlah dalam segala hal baik suka maupun duka, sebab itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus bagi kita. Biar kita seperti Yusuf dalam tekanan tetap bersandar pada Tuhan dan tidak menyakiti hati Tuhan dengan menyalahkan Tuhan. Segala kemuliaan bagi Allah. Kiranya Allah membantu kita melewati tekanan demi tekanan. Amin.
- See more at: http://artikelkristen.com/teladan-yusuf-teguh-di-tengah-tekanan.html#sthash.a9q2BjqG.dpuf